Senin, 11 Februari 2008

Hari ini aku mendengar tentang Sorga

Hari ini aku mendengar tentang Sorga. Aku sungguh merindukan ‘negeri’ itu, karena aku sudah memiliki hak atas sebidang tanah disana sejak tahun 2004 yang lalu. Aku tidak membelinya, tetapi itu diberikan kepadaku tanpa aku harus mengeluarkan uang, alias cuma-cuma. Seorang Dermawan telah membelikan itu untukku melalui sebuah pengorbanan yang sangat besar. Tanah tersebut tidak dapat dialihkan kepada siapapun juga, kecuali aku. Sejak tahun 2004, aku telah mengirimkan ‘material’ kesana agar Sang Arsitek terhebat dapat membangun rumah untukku. Sebuah rumah yang tidak butuh perbaikan, yang gentengnya tidak akan pernah bocor dan tidak akan menjadi tua. Rayap tidak akan merusaknya, api tidak dapat membakarnya dan rumah-rumah disana pun bebas dari banjir. Tak perlu mengunci pintunya, karena di sana tidak akan ada penjahat yang masuk. Sekarang rumah itu hampir selesai dan hampir tiba waktunya aku masuk dan tinggal dengan damai selamanya di sana, tanpa ketakutan dan air mata.

Ada lembah dan bayang-bayang yang tinggi antara tempat aku tinggal di Siantar, Bandung dengan tempat di mana aku akan pergi. Aku tidak akan dapat menemukan rumahku di sana tanpa melalui lembah kelam tersebut, tetapi aku tidak takut karena Yesus akan berjalan bersamaku melalui lembah itu. Sejak aku mengenalNya tahun 2004 yang lalu, Ia selalu bersamaku dan aku memegang janji-janjiNya bahwa Ia akan selalu bersamaku dan tidak akan pernah meninggalkanku. Sekalipun harus melalui lembah kelam, aku tidak akan kehilangan arah karena Yesus besamaku.

Aku berharap dapat bertemu denganmu hari ini, tapi aku tidak bisa menjamin ataupun berjanji bahwa aku akan bisa bertemu denganmu. Masalahnya tiketku ke Sorga tidak menyertakan tanggal keberangkatan atau tanggal kembali, serta tidak boleh membawa barang bagasi. Ya, aku sudah siap berangkat dan mungkin aku tidak dapat bertemu denganmu hari ini, tetapi percayalah bahwa suatu hari nanti kita akan bertemu disana.

2 komentar:

Asido mengatakan...

So sweet...
Betol banget Bang, sekarang nih kita lagi ngirim material buat rumah ntar disana.

Pasti belum cukup karena kita masih ada di sini.

ntar, di sana aku tetanggaan ama siapa ya? Semoga saja sama Darlene Czech (bener gak nulisnya?) ato Reinhard Bounke ato Paulus ato Benny Hinn ato Maria Magdalena ato....

Tetep semangat..

budi mengatakan...

ngga tau apaan?